Perbedaan Long Tail dan Short Tail Keyword dalam SEO

Penulis Editor Inori
Diterbitkan pada: 13 Apr, 2025
perbedaan long tail dan short tail
Bagikan:

Apakah Anda masih bingung memilih kata kunci yang tepat untuk artikel SEO Anda? Lebih baik kata kunci pendek atau panjang dan spesifik? Anda bisa pelajari dahulu tentangย perbedaan long tail dan short tail keywordย dalam SEO, jika Anda ingin mendapatkan strategi terbaik untuk artikel Anda.

Long tail maupun short tail keyword nyatanya bukan hanya sekedar perihal panjangan kata, namun juga mengidentifikasi niat pencarian pengguna, tingkat persaingan, serta peluang konversi. Dengan mengetahui perbedaan dasarnya, Anda dapat menentukan keyword mana yang paling cocok dan strategis dalam menghasilkan trafik berkualitas ke halaman website Anda. Jika Anda ingin tahu, maka simak artikel terkait perbedaan long tail dan short tail keyword di bawah ini dengan seksama!

Apa Itu Short Tail Keyword?

Sebelum terjun ke pembahasan tentang perbedaan long tail dan short tail keyword, Anda perlu memahami dulu apa pengertian dari kedua jenis keyword tersebut. Short tail keyword atau yang biasa disebut dengan โ€œhead termโ€ merupakan salah satu jenis kata kunci yang hanya terdiri dari satu hingga 3 kata saja. Pada umumnya, jenis kata kunci ini memiliki volume pencarian yang tinggi. Sehingga menyebabkan tingkat persaingan di mesin pencarian semakin kuat pula.

Meskipun begitu, short tail keyword seringkali tidak menghasilkan informasi yang spesifik dan menampilkan banyak hasil yang beragam. Kata kunci ini juga kurang optimal dalam mendefinisikan topik yang pengguna cari, sehingga konversi dari short tail keyword pun cenderung lebih rendah.

Tipe kata kunci pendek seperti ini biasanya digunakan untuk mengelompokkan produk atau halaman yang berguna untuk menarik audiens dalam jumlah besar seperti homepage.

Berikut contoh short tail keyword:

  • Gagal Jantung
  • Paket Wisata Bali
  • Jasa Service AC
  • Digital Marketing

Lalu, Apa Itu Long Tail Keyword?

Selain short tail keyword, ada juga jenis kata kunci lainnya yakni, long tail keyword. Jenis kata kunci ini terdiri dari tiga atau lebih kata. Berbeda dari short tail keyword yang lebih umum, long tail keyword mengandung kata yang lebih spesifik. Salam hal ini, long tail keyword lebih baik dalam menggambarkan topik pencarian yang lebih khusus dari pengguna di mesin pencari.

Baca juga:  Alt Text pada Gambar untuk SEO | Definisi & 5 Fungsi

Bertolak belakang dengan short tail keyword, long tail keyword memiliki volume pencarian yang lebih rendah. Walaupun demikian, jenis kata kunci ini cenderung memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi karena relevansi tinggi dengan permintaan pengguna.Selain itu, tingkat persaingannya rendah, sehingga bisa membuka peluang untuk mendapatkan peringkat tertinggi di hasil pencarian.

Berikut ini adalah contoh long tail keyword berdasarkan contoh short tail keyword sebelumnya yang bisa Anda perhatikan:

  • Penyebab Gagal Jantung dan Penanganannya
  • Paket Wisata Bali untuk Honeymoon
  • Jasa Service AC Terbaik Harga Terjangkau
  • Jasa Digital Marketing Untuk UMKM Lokal

Perbedaan Long Tail dan Short Tail Keyword

Memasuki pendapahan mengenai long tail dan short tail keyword, penting bagi Anda untuk membahami perbedaan long tail dan short tail keyword. Berikut ini beberapa perbedaan yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

1. Jumlah Kata

Merujuk pada arti dari kedua istilah tersebut, short tail keyword memiliki jumlah kata yang lebih sedikit, biasanya hanya berisi antara satu atau tiga kata saja. Sedangkan long tail keyword bisa berisi minimal tiga kata atau bahkan lebih.

2. Spesifikasi Pencarian

Kemudian, perbedaan long tail dan short tail keyword juga terlihat dari segi spesifikasi pencarian. Dalam hal ini, short tail keyword menyajikan kata kunci yang bersifat lebih umum dan tidak menggambarkan topik secara jelas. Misalnya kata โ€œSofaโ€, Anda tidak tahu apakah pengguna ingin membeli, mencari informasi, atau sekadar mencari gambar.

Sedangkan, long tail keyword memiliki kata kunci yang lebih spesifik dan lebih jelas. Misalnya โ€œ jual sofa murah di Semarangโ€ menunjukkan jelas apa yang akan dicari pengguna. Hal ini menjadikan long tail keyword lebih relevan untuk menjawab kebutuhan spesifik audiens.

3. Tingkat Volume Pencarianย 

Perbedaan lainnya juga terletak pada tingkat volume pencarian, yakni seberapa sering sebuah kata kunci dicari oleh pengguna di mesin pencarian dalam kurun waktu tertentu.

Pada umumnya, short tail keyword memiliki volume pencarian yang sangat tinggi. Tingginya persentase pencarian ini juga berbanding lurus dengan tingkat persaingan yang semakin ketat juga.

Baca juga:  Core Web Vitals dalam SEO | Rahasia Website Cepat

Sementara itu, long tail keyword cenderung memiliki volume pencarian yang lebih rendah. Nah, rendahnya tingkat pencarian tersebut memberi tanda bahwa tingkat persaingannya lebih ringan, sehingga peluang untuk tampil di hasil pencarian juga lebih besar.

4. Keyword Difficulty

Selanjutnya, ada istilah keyword difficulty, yaitu ukuran seberapa sulit sebuah kata kunci bisa meraih posisi teratas di hasil pencarian organik.
Semakin tinggi tingkat pencarian dan kompetisinya, biasanya semakin tinggi pula tingkat kesulitan keyword tersebut. Inilah sebabnya short tail keyword sering kali memiliki keyword difficulty yang lebih tinggi daripada long tail keyword.

5. Tingkat Konversi

Perbedaan penting yang terakhir adalah tingkat konversi yang keyword tersebut dihasilkan. Pada umumnya, keyword yang lebih spesifik biasanya mendatangkan pengguna yang sudah tau apa yang mereka butuhkan, sehingga lebih siap untuk melakukan tindakan meliputi, pemesanan, ataupun pendaftaran.

Mana yang Lebih Baik untuk SEO?

Setelah mempelajari secara mendalam mengenai perbedaan long tail dan short tail keyword, mungkin Anda bertanya-tanya tentang mana yang lebih baik? Sebenarnya, tidak ada jawaban pasti karena semuanya kembali ke tujuan dan kondisi website Anda sendiri.

Jika Anda berniat untuk menjangkau audiens dalam skala besar, maka short tail keywordย  bisa jadi pilihan utama. Nmaun, jika Anda baru memulai website dan ingin menarik trafik yang lebih tertarget, maka long tail keyword adalah jawabannya.

Selain itu, Anda juga bisa mengkombinasikan keduanya, tergantung pada tujuan optimasi kata kunci di halaman website. Sebelumnya, prtimbangkan dahulu target audiens serta target industri bisnis Anda sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset audiens dan kompetitor dalam penerapan SEO.

Kesimpulan

Memahami perbedaan long tail dan short tail keyword bisa jadi langkah awal untuk membawa website Anda agar dapat meraih posisi teratas di mesin pencarian. Dengan Short tail keyword cocok untuk menjangkau audiens dalam jumlah besar, namun persaingannya ketat. Sebaliknya, long tail keyword lebih spesifik, persaingannya rendah, dan cenderung menghasilkan konversi lebih tinggi. Dengan mengenali kelebihan masing-masing, Anda tentunya lebih mudah untuk menentukan kata kunci yang paling tepat untuk Anda. Cek artikel menarik lainnya dariย Inori Digitalย sekarang juga!

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami.

WA jasa SEO
WA jasa SEO